"Cara supaya kamu benar-benar menekuni apa yang kamu
kerjakan sekarang, adalah dengan mengorbankan banyak hal dalam
menjalaninya," demikian nasihat mbak yang baik hati melatihku memanah.
Tidak persis seperti itu, tapi begitulah intinya. Aku curhat betapa
mahalnya peralatan memanah. Sebatang anaknya saja bisa mengeringkan
kantong dalam sekejap. Masih satu anak panah. Apalagi sewaktu string
putus, mata anak panah menghilang, dan segenap perintilannya yang
harganya agak keterlaluan dilihat dari sudut pandang anak rantau. "Kalo
kamu tabung perlahan-lahan, kamu beli satu persatu, bukankah kamu jadi
lebih semangat untuk berlatih?"
Ah, dia benar. Karena
selanjutnya kocek harus dirogoh, demi olahraga yang lain. Yang sama
menyenangkannya dan sama berfaedahnya. Awalnya latihan sebulan sekali.
Lambat laun seminggu sekali. Semakin ke sini merencanakan seminggu dua
kali.
"Aku punya peralatan ini. Sayang kalo gak pernah dipakai."
Kemudian terbinalah diri ini, jiwa raga dan pikirannya. Kadang, totalitas harus tanpa batas.
Pada rangkai kata aku menjumpaimu. Diam yang ribut. Read at your own risk. Resiko ditanggung pembaca
Rabu, 11 Oktober 2017
Getir
Dalam dadak
Guyur hujan bertemu sambar
Abu-abu, sore itu
Penghujung Oktober yang basah
Persis pipimu,
Sepatumu, bajumu, rambutmu
Kuyup
Kuintip sedikit ke hatimu, ternyata membara
Mengapa pipi dinginmu menyala?
Oktober ini, pipiku yang basah
Hatiku pun
Mataku
Matamu
Matanya
Senyap dan petir lalu berdansa,
Dalam irama isak.
Guyur hujan bertemu sambar
Abu-abu, sore itu
Penghujung Oktober yang basah
Persis pipimu,
Sepatumu, bajumu, rambutmu
Kuyup
Kuintip sedikit ke hatimu, ternyata membara
Mengapa pipi dinginmu menyala?
Oktober ini, pipiku yang basah
Hatiku pun
Mataku
Matamu
Matanya
Senyap dan petir lalu berdansa,
Dalam irama isak.
Kamis, 06 Juli 2017
L E L A P
Pejam lebih kejam
Senyap ia balut kelam malam
dalam ketiadaan sadar
pada akhirnya waktumu habis
Bersama mimpi yang tak habis
Kejam memang pejam
Diam
semerta pelan
Dalam lelap aku,
kehilanganmu
Senyap ia balut kelam malam
dalam ketiadaan sadar
pada akhirnya waktumu habis
Bersama mimpi yang tak habis
Kejam memang pejam
Diam
semerta pelan
Dalam lelap aku,
kehilanganmu
Senin, 26 Juni 2017
menanamkan penyesalan
Janji
ternama bisik paling berisik
menolak menancap namun menyakiti jua
entah genderang telinga entah hati yang pecah
Buyar sudah air mengaca
Perkara janji kerap menanam luka
aku benci
di ujung pelangi ternyata hampa
dan bisik berisik
janjimu
ternama bisik paling berisik
menolak menancap namun menyakiti jua
entah genderang telinga entah hati yang pecah
Buyar sudah air mengaca
Perkara janji kerap menanam luka
aku benci
di ujung pelangi ternyata hampa
dan bisik berisik
janjimu
Jumat, 23 Juni 2017
Pengikhlasan
Aku ingin berterima kasih padamu
yang meninggalkanku di antah berantah penyesalan
Bersama puing hati yang telah kau lantakkan hingga luluh
Terima-kasih
Pada akhirnya ku-sadari
perbuatanmu mempertemukanku dengan penata hati
yang menarik tanganku menjauh dari lembah biru kesedihan
Terima-kasih
Pada akhirnya ku-sadari
Satu hatinya yang tidak akan kau hancurkan
sesosok mungil yang lebih membutuhkanmu, lebih dari aku
aku tak butuh kau lagi
Muram suramku bermuara jua, di akhir sungai bahagia
yang meninggalkanku di antah berantah penyesalan
Bersama puing hati yang telah kau lantakkan hingga luluh
Terima-kasih
Pada akhirnya ku-sadari
perbuatanmu mempertemukanku dengan penata hati
yang menarik tanganku menjauh dari lembah biru kesedihan
Terima-kasih
Pada akhirnya ku-sadari
Satu hatinya yang tidak akan kau hancurkan
sesosok mungil yang lebih membutuhkanmu, lebih dari aku
aku tak butuh kau lagi
Muram suramku bermuara jua, di akhir sungai bahagia
Selasa, 06 Juni 2017
tak guna
Ada kaca
retak tertera nyata
di matamu
embun
berpelukan menjadi danau
menganak sungai
di pipimu
adakah aku lihat darah menyiprat di irisan itu?
katamu
sakit hati
kau sibuk jadinya
mengoles obat merah
di lebam
kadang aku berpikir kau memang tidak berguna
sedikit-sedikit, sakit hati
retak tertera nyata
di matamu
embun
berpelukan menjadi danau
menganak sungai
di pipimu
adakah aku lihat darah menyiprat di irisan itu?
katamu
sakit hati
kau sibuk jadinya
mengoles obat merah
di lebam
kadang aku berpikir kau memang tidak berguna
sedikit-sedikit, sakit hati
Kamis, 25 Mei 2017
Kutukan
Waktu
Yang dikutuk karena hujan dan kemejamu basah
Kisah rumit mengikuti jalanan becek
Basah dibasuh lumpur yang menyayat
Luka borok membusuk di balik kemejamu basah
Dan kisah semakin rumit
Dan luka semakin sakit
Dan kemejamu basah
Yang dikutuk karena hujan dan kemejamu basah
Kisah rumit mengikuti jalanan becek
Basah dibasuh lumpur yang menyayat
Luka borok membusuk di balik kemejamu basah
Dan kisah semakin rumit
Dan luka semakin sakit
Dan kemejamu basah
Langganan:
Postingan (Atom)