Rabu, 11 Oktober 2017

Getir

Dalam dadak
Guyur hujan bertemu sambar
Abu-abu, sore itu
Penghujung Oktober yang basah
Persis pipimu,
Sepatumu, bajumu, rambutmu
Kuyup
Kuintip sedikit ke hatimu, ternyata membara
Mengapa pipi dinginmu menyala?
Oktober ini, pipiku yang basah
Hatiku pun
Mataku
Matamu
Matanya
Senyap dan petir lalu berdansa,
Dalam irama isak.

Kamis, 06 Juli 2017

L E L A P

Pejam lebih kejam
Senyap ia balut kelam malam
dalam ketiadaan sadar
pada akhirnya waktumu habis
Bersama mimpi yang tak habis
Kejam memang pejam
Diam
semerta pelan
Dalam lelap aku,
kehilanganmu

Senin, 26 Juni 2017

menanamkan penyesalan

Janji
ternama bisik paling berisik
menolak menancap namun menyakiti jua
entah genderang telinga entah hati yang pecah
Buyar sudah air mengaca
Perkara janji kerap menanam luka
aku benci
di ujung pelangi ternyata hampa
dan bisik berisik
janjimu

Jumat, 23 Juni 2017

Pengikhlasan

Aku ingin berterima kasih padamu
yang meninggalkanku di antah berantah penyesalan
Bersama puing hati yang telah kau lantakkan hingga luluh
Terima-kasih
Pada akhirnya ku-sadari
perbuatanmu mempertemukanku dengan penata hati
yang menarik tanganku menjauh dari lembah biru kesedihan
Terima-kasih
Pada akhirnya ku-sadari
Satu hatinya yang tidak akan kau hancurkan
sesosok mungil yang lebih membutuhkanmu, lebih dari aku
aku tak butuh kau lagi
Muram suramku bermuara jua, di akhir sungai bahagia

Selasa, 06 Juni 2017

tak guna

Ada kaca
retak tertera nyata
di matamu
embun
berpelukan menjadi danau
menganak sungai
di pipimu
adakah aku lihat darah menyiprat di irisan itu?
katamu
sakit hati
kau sibuk jadinya
mengoles obat merah
di lebam
kadang aku berpikir kau memang tidak berguna
sedikit-sedikit, sakit hati

Kamis, 25 Mei 2017

Kutukan

Waktu
Yang dikutuk karena hujan dan kemejamu basah
Kisah rumit mengikuti jalanan becek
Basah dibasuh lumpur yang menyayat
Luka borok membusuk di balik kemejamu basah
Dan kisah semakin rumit
Dan luka semakin sakit
Dan kemejamu basah

Kamis, 31 Maret 2016

April Mop, Lelucon, dan Islam dalam Menanggapinya

"Li...pulang sekarang!" Kata Tio dari seberang telepon. Ali bingung. Tumben sekali sepupunya yang pelit itu rela mengeluarkan pulsa demi meneleponnya. Pasti ada sesuatu.
"Kenapa, yo?"
"Ada kabar buruk. Udah, buruan pulang sekarang!" Suara Tio panik. Ali makin merasa khawatir tak karuan. Diambilnya helm dan sepeda motor. Dia memacu kendaraannya segera menuju Depok, rumahnya. Di perjalanan hujan turun serintik demi serintik, lantas lama-lama menderas membasahi jalanan. Ali tak peduli. Ia ingin segera pulang dan mengetahui kabar buruk apa yang menanti.
Sesampainya di gang rumah, dilihatnya bendera kuning terpasang. Hatinya makin dag-dig-dug. Ada apa? Dia hentikan motornya, dengan perlahan dilangkahkan kakinya yang mulai terasa berat. Ada apa ini ya Rabbi? Di pintu rumah, Tio menunggu dengan pakaian serba hitam. Beberapa sepupu yang lain pun sama. Ali lemas.
"Ada apa?" Tanyanya nyaris tak terdengar.
"Ibu..ibu.." Tio terbata.
"Ibu kenapa yo???" Ali menatap Tio, memohon agar jawaban yang diterimanya tak menyedihkan. Air mata menetes. Ali menggeleng-gelengkan kepala. Ibu pasti baik-baik saja.
"Sabar li.." Tio mengusap punggung sepupunya itu.
"Tapi aku baru ketemu ibu minggu lalu. Ibu baik-baik aja" Kata Ali sambil sesenggukan. Tiba-tiba Tio tertawa tertahan.
"Makanya, kubilang sabar. Ibu..ibu..baik-baik aja! Huahahaha! APRIL MOP!" Kata Tio. Ali tersentak. Apa?? Ini semua cuma lelucon? Tangan kebas, basah kuyup, dan isak tangisnya ini hanya lelucon? Tio masih tertawa kegirangan. Sepupu yang lain juga tertawa, ada yang memegang bendera kuning yang tadinya dipajang di gang rumah. Ibu Ali datang menenteng belanjaan.
"Ada apa ini?" Tanyanya heran, apalagi dilihatnya anak lelakinya ada di rumah. Ali setengah tak percaya menatap ibunya dan Tio. Hampir saja dimakinya Tio, jika tak mengingat sabda Rasulullah, "Laa taghdhab wa lakal jannah. Jangan marah, bagimu surga". Ali mendesah. Tio menepuk-nepuk punggung basah Ali.
"Becanda, li. Becanda. Ulang tahunmu kan besok, sekalian april mop juga." Dengan gigi gemeretak Ali menepis tangan Tio, lalu menuntun belanjaan ibunya. Grr...keterlaluan. jauh-jauh ia naik motor dari Bogor ke Depok hanya demi lelucon tak berguna.

***

Kisah di atas merupakan salah satu contoh dari perayaan april mop. Sudah menjadi tradisi, tanggal 1 April dirayakan sebagai Hari Lelucon Sedunia. Pada hari ini, orang-orang dianggap boleh bercanda semau hatinya. Kebohongan demi kebohongan dilontarkan, untuk menarik tawa dari orang yang menyaksikan. Lantas, bagaimana Islam melihat perayaan Hari Lelucon ini?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْت فِي رَبَضِ الْجَنّّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كََانَ مُحقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَط الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِ بَ وَإِنْ كَانَ مَازِ حًا وَبِبَيتِ فِي أَغلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

"Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seorang yang memperbaiki akhlaknya."[1]

Oleh sebab itu, berdusta meskipun hanya bercanda tidak diperbolehkan. Di hadits lainnya diriwayatkan, Rasulullah saw memberikan peringatan terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Sabda beliau,

وَيْلٌ للَّذِي يُحَدِّ ثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْخِكَ بِهِ الْقَوْمَ ويْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

"Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia" [2]

Bercanda bukanlah sesuatu yang tidak diperbolehkan sama sekali. Rasulullah tetap bercanda, namun semua yang dikatakan beliau benar adanya. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pun menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai, Rasullullah! Apakah engkau juga bersendau gurau bersama kami?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan sabdanya,“Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.” [3]

Berdusta hanya boleh dilakukan untuk hal-hal tertentu saja. Misalnya, dalam berumah tangga seorang suami boleh berkata bahwa makanan yang dimasak istrinya enak untuk menyenangkan hati istrinya tersebut, meski kenyataannya tidak. Dalam strategi berperang pun, perkataan bohong boleh diucapkan. Hal ini berdasarkan hadits yang dikatakan Ibnu Syihab. lbnu Syihab berkata; "Saya tidak pernah mendengar diperbolehkannya dusta yang diucapkan oleh manusia kecuali dalam tiga hal, yaitu; dusta dalam peperangan, dusta untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, dan dusta suami terhadap istri atau istri terhadap suami (untuk meraih kebahagiaan atau menghindari keburukan)."

Terdapat banyak sekali ancaman bagi para pendusta. Perkataan dusta dapat membawa kepada dosa yang besar. Apalagi jika dusta yang kita ucapkan membuat khawatir saudara atau teman kita. Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud).

Islam begitu sempurna dalam mengatur adab dalam hidup sehari-hari. Bahkan, untuk bisa menjaga perasaan muslim maupun manusia lainnya, berbagai hadits dan wahyu diturunkan. Semua ini menunjukkan kesempurnaan Islam dalam mengatur tatanan hidup di muka bumi. Masya Allah.

Sementara itu, manusia malah seringkali lalai dalam mengikuti petunjuk hidup yang telah diberikan. Dunia dianggap sebagai tempat untuk bercanda-ria. Banyak yang lupa bahwa setiap perbuatan dan perkataan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Allah swt. Berfirman di dalam Al Quran surat An Nisaa ayat 142, yang artinya:
"Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit"

Maka dari itu, perayaan april mop merupakan sesuatu yang tiada gunanya. Banyak tertawa juga dapat mengeraskan hati. Daripada lisan ini digunakan untuk bercanda dan berdusta, bukankah lebih baik ia digunakan untuk dzikrullah, yakni mengingat Allah?

"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya." (Q.S. Al Ahzab:41)



Wallahu'alam

(Tria Ratu Hudzaifah)